Pages

Tampilkan postingan dengan label Mysql. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mysql. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Cara Mengisi Tabel dalam MySQL

1.Create database berfungsi untuk membuat database



2.Show databases berfungsi untuk menampilkan daftar yang ada dalam system saat itu.  


3.   Use nama database berfungsi untuk menggunakan database.

   
 4. Create table siswa berfungsi untuk membuat table didalam database


  5. Show tables from berfungsi untuk menampilkan table pada database yang dibuat.

   
6.insert into values berfungsi untuk menambah data ke baris baru dalam suatu table

 
7.SELECT*FROM nama table berfungsi untuk mendapatkan atau menampilkan informasi dari table

Membuat Mengedit dan Menghapus Tabel di MySql

Logo Untuk MySql
Membuat Tabel
Bentuk umum perintah SQL untuk membuat sebuah tabel adalah seperti di bawah ini :
CREATE TABLE nama_tabel (
field1 tipe(panjang),
field2 tipe(panjang),
field3 tipe(panjang),
field_n tipe(panjang,
PRIMARY KEY (field_key)
);
Untuk contoh penggunaannya kita akan membuat sebuah tabel dengan nama mahasiswa dan dengan struktur seperti di bawah ini :

NoFieldTipePanjang
1 nim varchar 9
2 nama varchar 50
3 alamat text -
4 email varchar 50
5 no_telepon varchar 13









Untuk membuat tabel dengan struktur seperti di atas perintahnya adalah sebagai berikut :
CREATE TABLE mahasiswa (nim varchar(9) not null, nama varchar(50) not null, alamat text not null, email varchar(50), no_telepon varchar(13) not null, PRIMARY KEY (nim));
Perintah di atas akan membuat tabel dengan nama mahasiswa dengan struktur seperti di tuliskan di atas dan nim sebagai PRIMARY KEY.
Catatan :
  • CREATE TABLE merupakan perintah untuk membuat sebuah tabel.
  • mahasiswa merupakan nama tabel yang akan dibuat.
  • nim, nama, alamat, email, no_telepon merupakan nama field.
  • varchar, text merupakan tipe data dari field.
  • not null option (pilihan) untuk menentukan suatu field tidak boleh kosong, apabila field tersebut boleh kosong tidak perlu menuliskan not null.
  • PRIMARY KEY merupakan perintah untuk menentukan suatu field yang akan dijadikan primary key pada tabel.
  • 9, 50, 50,13 merupakan panjang maksimum data dari suatu field.
Untuk melihat struktur tabel mahasiswa yang baru saja kita buat, kita bisa menggunakan perintah DESC. DESC merupakan singkatan dari DESCRIBE. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut :
DESC mahasiswa;
Perintah di atas akan menampilkan struktur tabel mahasiswa.

 Mengedit Atau Mengubah Struktur Tabel Dengan Alter
Format umum  perintah SQL untuk mengedit atau mengubah struktur sebuah tabel adalah seperti di bawah ini :
ALTER TABLE nama_tabel ALTER_OPTIONS;
  • ALTER TABLE merupakan perintah dasar untuk mengedit atau mengubah suatu tabel
  • nama_tabel merupakan nama dari tabel yang akan kita ubah atau kita edit.
  • ALTER_OPTIONS merupakan pilihan perubahan tabel. Bisa dikatakan perubahan yang akan dilakukan pada suatu tabel. Pilihan yang bisa digunakan dalam alter table diantaranya adalah sebagai berikut:
    • ADD ==> Digunakan untuk menambahkan field baru.
    • ADD INDEX ==> Digunakan untuk menambahkan index.
    • ADD PRIMARY KEY ==> Digunakan untuk menambah primary key pada tabel.
    • CHANGE ==> Digunakan untuk mengubah sebuah field dalam suatu tabel.
    • MODIFY ==> Digunakan untuk mengubah definisi suatu field dalam suatu tabel.
    • DROP ==> Digunakan untuk menghapus suatu field.
    • RENAME TO ==> Digunakan untuk mengganti nama suatu tabel.

Beberapa Contoh penggunaan sintaks alter table untuk mengubah struktur suatu tabel :
Menambahkan sebuah field baru ke tabel mahasiswa. Di sini saya akan menambahkan field jenis_kelamin. Contoh penggunaannya seperti di bawah ini :
ALTER TABLE mahasiswa add jenis_kelamin enum('P','W') not null default "P";
 Mengubah tipe field jenis_kelamin menjadi varchar pada tabel mahasiswa:
ALTER TABLE mahasiswa MODIFY jenis_kelamin varchar(6) not null;
Menghapus field jenis_kelamin dari tabel mahasiswa.
 ALTER TABLE mahasiswa drop jenis_kelamin;

Mengubah Nama Tabel
Untuk mengubah nama tabel dapat menggunakan perintah sebagai berikut :
Kita akan mengubah tabel mahasiswa yang telah kita buat menjadi mhs.
RENAME TABLE mahasiswa TO mhs;
atau
ALTER TABLE mahasiswa RENAME TO mhs;
 perintah di atas akan merubah nama tabel mahasiswa menjadi mhs.

Menghapus Tabel
bentuk sintaks umum untuk menghapus sebuah tabel adalah seperti di bawah ini :
DROP TABLE nama_tabel;
contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
kita akan menghapus mahasiswa
 DROP TABLE mahasiswa;
perintah di atas akan menghapus table dengan nama mahasiswa.

Membuat tabel dengan mysql

Setelah kita memasuki sebuah database, kita dapat mulai membuat tabel – tabel sesuai dengan keperluan kita. Dalam database dikenal primary key, yaitu field yang menjadi acuan data terhadap field-field lainnya dan primary key tidak boleh null.Misalkan nama tabelnya adalah ‘data’, maka sintaknya adalah :
mysql>create table data (field1 typefield1 not null , field2 typefield2,
primary key (field1);
contoh :
create table data (nama char(15) not null, alamat char(20), primary key(nama));
Perhatikan gambar di bawah ini :

Berbeda dengan sintak membuat database yang baru (create database formulir), membuat table dalam database harus langsung disertai dengan menuliskan nama kolom dan tipe datanya. Tanpa membuat hal tersebut maka kita belum bis membuat suatu table karena kolomnya belum ada. Dan juga untuk membuat suatu table yang baik maka harus disertai dengan primary key sebagai kolom pembeda dari kolom yang lainnya agar user dalam mencari data tidak mengalami kesusahan dalam mencari data yang diinginkan.

Optimasi database mysql

Tuning innodb Mysql
1. innodb_buffer_pool_size
Innodb sangat bergantung pada innodb buffer pool, untuk proses cache index, row data, dan buffer insert. menaikkan nilai ini dapat meningkatkan kinerja proses insert
Aturan dalam meningkatkan nilai innodb buffer pool size :
  1. Jika anda mengutamakan mesin innodb set nilai 80% dari RAM
  2. Jika anda ingin mix keduanya innodb dan myisam maka set nilai 50% dari RAM
variabel konfigurasi nya : innodb_buffer_pool_size
2. Innodb_log_file_size
Variabel ini berguna saat proses recovery/pemulihan setelah database crash dan operasi insert. set nilai antara 128M atau 512M
3. Innodb_thread_concurrency
Variabel ini berguna untuk membatasi thread dalam kernel sekaligus
concurrency = 2 * (Number of CPUs + Number of Disks)
Nilai min 4 sd 8
4. innodb_flush_log_at_trx_commit
Nilai :
0: Do not flush the log buffer on transaction commit.
1: Flush the log buffer to the log file on disk, on every transaction commit.   (default)
2: Flush the log buffer to OS cache, but not to the log file on disk.

Tuning Myisam Mysql

Key buffer size

- set nilai 25% to 50% dari memori

Thread cache

- set nilai 128kb dari memori

Table cache

- set nilai 256 kb dari memori

Query cache size

- 64 to 1024 Mb tergantung kebutuhan

Sort buffer size

- 128KB to 1M tergantung banyaknya koneksi

Read buffer size

- 128KB to 1M  tergantung banyaknya koneksi

Sejarah MySQL




I. Pendahuluan
MySQL dikembangkan sekitar tahun 1994 oleh sebuah perusahaan pengembang software dan konsultan database bernama MYSQL AB yang berada di Swedia. Waktu itu perusahaan tersebut masih bernama TcX DataKonsult AB, dan tujuan awal dikembangkannya MySQL adalah untuk mengembangkan aplikasi berbasis web pada client. Awalnya Michael "Monty" Widenius, pengembang satu-satunya di TcX memiliki sebuah aplikasi UNIREG dan rutin ISAM buatannya sendiri dan sedang mencari antarmuka SQL yang cocok untuk diimplementasikan ke dalamnya. Mula-mula Monty memakai miniSQL (mSQL) pada eksperimennya itu, namun SQL dirasa kurang sesuai, karena terlalu lambat dalam pemrosesan query. Akhirnya Monty menghubungi David Hughes, pembuat mSQL yang sedang merilis versi kedua dari mSQL. Kemudian Monty mencoba membuat sendiri mesin SQL yang memiliki antarmuka mirip dengan SQL, tetapi dengan kemampuan yang lebih sesuai sehingga lahirlah MySQL. Tentang pengambilan nama MySQL, sampai saat ini masih belum jelas asal usulnya. Ada yang berpendapat nama My diambil dari huruf depan dan belakang Monty, tetapi versi lain mengatakan nama itu diambil dari putri Monty yang kebetulan juga bernama My.



II. Keistimewaan MySQL
Sebagai database server yang memiliki konsep database modern, MySQL memiliki banyak sekali keistimewaan. Berikut ini beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh MySQL:
a. Portability
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai OS seperti Windows, Linux, Unix, Mac OS, Solaris, Unix, Amiga, HP-UX, Symbian.
b. Open Source "limited"
Dahulu MySQL didistribusikan secara open source (gratis), dibawah lisensi GPL sehingga kita dapat menggunakannya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Namun, saat ini karena MySQL telah dibeli oleh SUN, maka kita tidak dapat lagi menikmati fitur-fitur baru yang ada di MySQL, karena SUN akan membatasi fitur-fitur baru ini hanya untuk user yang membeli lisensinya. Sehingga MySQL tidak lagi sebuah opensource yang benar-benar gratis lagi. MySQL sekarang hanya menyediakan fitur-fitur "dasar" saja yang saat ini sudah menggunakan versi 5.1. Untuk mendownloadnya silahkan download di sini dan dicari versi MySQL dengan OS kita.
c. Multiuser
MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami konflik. Hal ini memungkinkan sebuah database server MySQL dapat diakses klien secara bersamaan.
d. Performance Tuning
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
e. Column Types
MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed/unsigned integer, float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp, year, set serta enum.
f. Command dan Functions
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query.
g. Security
MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.
h. Scalability dan Limits
MySQL ammpu menangani database dalam skala besar dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu, batas index yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
i. Connectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan TCP/IP, Unix soket (Unix), atau Named Pipes (NT).
j. Localisation
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
k. Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
l. Clients dan Tools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi database, dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.
m. Struktur Tabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE dibandingkan database lainnya.

III. Ketentuan Memberi Perintah dalam MySQL
Berikut adalah ketentuan-ketentuan member perintah pada MySQL:

* Setiap perintah harus diakhiri dengan tanda titik koma (;) atau dengan memberikan perintah \g atau \G. Namun, pada umumnya user menggunakan tanda titik koma untuk mengakhiri perintah pada MySQL.
* Setiap perintah akan disimpan dalam buffer (memori sementara) untuk menyimpan histori perintah-perintah yang pernah diberikan.
* Perintah dapat berupa perintah SQL atau perintah khusus MySQL.
* Perintah-perintah yang bukan SQL dapat dipendekkan dengan menggunakan \ dan huruf depan perintah.
* Perintah help atau \h digunakan untuk menampilkan daftar dan aturan memberikan perintah di lingkungan MySQL.
* Perintah-perintah dalam lingkungan MySQL tidak menerapkan aturan case sensitive, tetapi case insensitive yaitu perintah bisa dituliskan dalam huruf besar atau pun huruf kecil.
* Aturan case sensitive diterapkan pada penamaan objek-objek dalam database seperti nama database atau nama table, namun aturan ini hanya ada dalam lingkungan Unix dan Linux.
* Untuk melihat perintah-perintah yang sudah pernah kita ketikkan, tekan tombol tanda panah atas.